KPU Donggala Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

0 116

Donggala (13/11/2019). Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif tahun 2019 yang telah lalu menyimpan banyak cerita. Momentum tersebut telah menuliskan sejarah pertama di Indonesia bahkan di dunia penyatuan lima jenis Pemilu menjadi satu. Di satu sisi penyelenggaraan Pemilu tersebut membuahkan kebanggaan bagi para penyelenggara yang telah menjadi bagian dari sejarah tersebut. Namun di sisi lain ada kisah duka yang ditorehkan dari perhelatan akbar tersebut. Demikian diucapkan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Donggala Yudhi Riandy ketika ditemui Jumat 13/12/2019.

Lanjut Yudhi, berdasarkan Surat Edaran KPU Republik Indonesia Nomor 606/PP.05-SD/05/SJ/V/2019, KPU RI memberikan santunan kepada seluruh penyelenggara yang tertimpa musibah baik kematian atau kecelakaan kerja (sakit). Adapun santunan untuk yang meninggal sebesar Rp. 36.000.000. Santunan ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab negara kepada mereka yang telah bertugas mensukseskan Pemilu 2019. “Ini untuk membantu meringankan keluarga yang ditinggalkan” tegasnya.

Untuk Kabupaten Donggala sendiri terdapat satu orang anggota KPPS yang meninggal dunia atas nama Arif yang bertugas pada TPS 3 Desa Tambu Kecamatan Balaesang. Dan pada hari Selasa 10/11/2019 telah dilakukan serah terima santunan secara simbolis dan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Santunan Kepada Ahli Waris di Kantor Camat Balaesang. “Untuk santunannya sendiri sudah masuk di rekening ahli waris pada 2 September 2019. Namun penyerahan secara simbolis kami gabung dengan kegiatan penyerahan piagam penghargaan untuk mantan penyelenggara Ad Hoc” pungkasnya.

Ada kisah haru pada saat penyerahan santunan tersebut. “Saya sering melakukan penyerahan-penyerahan baik penghargaan atau sejenisnya. Tapi kali ini saya melakukannya dengan suasana haru dan mata berkaca-kaca” tuturnya. “Secara nominal nilai ini tidak ada apa-apanya dibanding pengorbanan yang dilakukan mendiang” ujarnya. “Tapi santunan ini adalah wujud belasungkawa dan terima kasih dari KPU atas pengabdian mendiang” tegas pria kelahiran Donggala ini.

Ditanya tentang santunan bagi penyelenggara yang sakit, pihaknya mengaku gencar berkomunikasi dengan KPU RI untuk menanyakannya. “Santunan ini sifatnya bertahap karena yang diproses KPU RI ini seluruh Indonesia” jelasnya. Ketika ditanya soal jumlah penerima santunan di Kabupaten Donggala, pihaknya mengaku masih menunggu SK penerima santunan dari KPU RI. “Intinya data seluruh penyelenggara Ad Hoc Kabupaten Donggala yang sakit pada saat bertugas telah kami serahkan pada KPU RI” tegasnya.

Yudhi menjelaskan, sesuai arahan dari Biro SDM KPU RI dasar pemberian santunan bagi yang sakit diperlukan data ringkasan perawatan dan pengobatan (resume medis/ringkasan pulang) sesuai dengan Permenkes no 269/Menkes/PER/2008. “Dalam artian penerima santunan sakit hanya untuk yang menjalani rawat inap” tutupnya.

Kolom Komentar

Alamat email anda tidak akan disebarluaskan.

%d blogger menyukai ini: